Tampilkan postingan dengan label OBROLAN KEDAI KOPI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OBROLAN KEDAI KOPI. Tampilkan semua postingan

25 Maret 2009

12 Tips Kreatif Menyambut Pemilu 2009 Bagi Pemilih dan Yang Dipilih

Oleh: Fluffy



Di bawah ini adalah hasil rapat Fluffy dengan partai baru di negara kita, yakni PHBM (Partai Homo Berhati Mulia). Rapat ini dilatarbelakangi semarak semangat menyambut Pemilu 2009 yang tidak lama lagi akan berlangsung. Nah, supaya makin semarak, kami luncurkan ide-ide kreatif anak muda Indonesia yang kesal dan sakit mata ngeliat foto caleg bertebaran sekaligus merayakan datangnya Pemilu, Pembuat Pilu!



Jeng-jeng-jeng!

Buat pemilih:



1. Bikin poster caleg kita sendiri dengan gaya yang belum pernah ada di poster-poster caleg itu. Ini, Fluff kasih pilihan-pilihan gaya: gaya red carpet piala Oscar (buat yang doyan film Barat), main gamelan dan menari Srimpi (buat yang cinta produk dalam negeri), gaya RnB (buat yang suka bling-bling).



2. Mengoleksi foto-foto caleg yg unik. Bisa dikirim ke teman-teman lewat email buat bahan ketawa, bahan celaan, dan mungkin bahan skripsi!



3. Mendesain ulang poster-poster caleg: gambarin senyum ala Joker dan jangan lupa quote-nya, 'why so serious!?'



4. Berfoto penuh gaya atau dengan pose yang sama bersama poster dan banner caleg favoritmu atau buat foto seolah-olah kamu sedang bersama sang caleg lalu kamu pajang di ruang tamu.

5. Di tiap poster/banner, tambahin tempelan (tepat di jidat caleg) yang berbunyi 'tanya siapa'. Atau, saingi slogannya (misal slogan: hidup adalah perbuatan jadi hidup adalah perselingkuhan).

6. Pasanglah tanda 'Dilarang Memasang Poster Kampanye Di Sini' tepat di samping peringatan 'Dilarang Kencing Disini', pada tembok luar rumah.




Buat yang dipilih:



7. Bikin website dong, bapak dan ibu sekalian. Jangan cuma bisa ngotorin lingkungan dengan kertas. Atau bikin blog deh, lebih gampang! Masa kalah sama anak SD yang punya blog? Syukur-syukur kalau blognya lucu bisa dibuat jadi buku atau diangkat ke layar lebar, dan bapak dan ibu caleg bisa punya kesempatan jadi pemeran utamanya. Siapa tau nggak jadi caleg, malah bisa jadi bintang film?




8. Belajar berpose. Carilah fotografer dan desainer yang jago, ini penting! Jangan cuma asal nyengir atau menyeringai pamer gigi berlebihan.



9. Liat-liat tempat kalo mau pasang poster. Jangan di kuburan (emangnya kuntilanak tertarik?), jangan di pohon, dan jangan di pintu atau tembok rumah orang.



10. Berani jadi caleg, kudu PE-DE dong. Jangan bawa-bawa foto Beckham, anak yang udah jadi artis, Obama, atau orang-orang terkenal lainnya. Kita ingin tahu ANDA, bukan foto tetangga yang lebih ganteng yang dipasang.



11. Daripada bikin poster, banner dan billboard yang ngotorin lingkungan, mending bikin tas belanja yang ramah lingkungan itu kek, bikin kaos keren kek, note dari kertas daur ulang kek, atau duit partainya dialokasikan buat ngontrak baywatch jadi swimming trainer—supaya, kalau kebanjiran nggak ada masyarakat yang hanyut dengan sukarela lagi.



12. Tumbuhkanlah ide kreatif sesuai warna partai! Misal: partai yang didominasi warna kuning, diharapkan bagi-bagi cat warna kuning ke masyarakat yang cat rumahnya sudah acakadut (asal jangan satu kota dicat kuning ye). Warna biru: galakan program, 'Kembalikan Biru Sungai, Laut, dan Langit Kami', dengan salah satu caranya: mungutin sampah di Sungai Ciliwung. Buat yang warna partainya merah, ayo bikin acara donor darah. Yang ada garudanya? Lestarikan unggas, sodara-sodari.


Demikianlah, rancangan ide-ide kreatif 2009 oleh Fluffy dan PHBM. Tidak peduli bibir Anda kuning, pilih PHBM! Tidak peduli anda berkulit hijau, pilih PHBM! Tidak peduli gigi anda abu-abu, tetap pilih PHBM! PHBM, nomor urut 00!



Coblos satu oke, coblos dua-duanya, makin asoy!



Happy Sunday for all!

20 Maret 2009

Siapakah Presiden RI 2009 dari apa asal Jatim, Jateng, atau Jabar atau ...?

Dari mana asal pemimpin yang pas untuk Indonesia?

Pertanyaan itu menyeruak dari obrolan saya dengan teman-teman sesama alumni S2 Ibn. Khaldun Bogor beberapa hari yang lalu. Kami suka kumpul-kumpul dalam sebuah forum komunikasi alumni pascasarjana untuk membicarakan masalah muamalah, kepemimpinan, sosial kemiskinan, pendidikan, dll. Tema obrolan saat itu memang didominasi terkait dengan pimpinan masa depan negara kita, pasca Hade memenangkan Pilkada Jabar.

Kata teman saya dari Jember, yang paling cocok Presiden RI itu berasal dari Jawa Timur, karena dari sejarahpun membuktikan kebanyakan pemimpin kita dari daerah Jatim serta didukung dengan jumlah penduduk pemilih terbanyak dari provinsi itu. Teman satu lagi, menyangkal dengan mengusulkan calon pemimpin RI itu yang cocok dari Yogyakarta atau Jateng, juga sejarah membuktikan Soeharto berasal dari Yogyakarta. Saya yang bingung, karena belum ada seorangpun Presiden dari Jawa Barat, padahal jumlah penduduknya provinsi paling besar. Satu-satunya wakil Jawa Barat yang pernah manggung adalah Umar Wirahadikusumah sebagai Wakil Presiden. Teman-teman yang lain sama-sama berargumentasi, ada yang mengusulkan dari Sumatera, Sulawesi, bahkan dari Kalimantan asal daerah Hamzah Haz.

Memang benar, dari enam Presiden RI, tiga dari Jatim (Soekarno, Gusdur, SBY), dua dari Yogyakarta (Soeharto dan Megawati), dan 1 dari Sulsel (Habibie). Presiden yang memerintah paling lama adalah Soeharto (32 tahun) dan Soekarno (22 tahun). Wakil Presiden pernah dijabat oleh daerah yang lebih terbuka, Jatim, Yogyakarta, Sumbar, Sumut, Jabar, Sulsel, dan Sulteng.

Ada yang mengatakan lagi, bahwa Presiden itu harus dari Pulau Jawa, karena 89 juta lebih pemilih atau sekitar 61 % suara pemilih dari Pulau Jawa. Lebih khusus lagi peluang paling besar adalah putra daerah berasal dari Jatim, Jateng, atau Jabar. Sensus Pemilu 2004 menunjukan Jatim memiliki penduduk 36 juta lebih, Jabar 38 juta lebih, Jateng 32 juta lebih, Yogyakarta 3 juta lebih. Di sinilah hal yang menarik yang perlu kita cermati, bahwa penduduk sebuah provinsi yang besar belum tentu bisa menentukan kemenangan wakilnya menjadi Presiden. Contoh Jawa Barat yang memiliki penduduk paling besar, mengapa belum ada satupun yang jadi Presiden. Presiden didominasi oleh putra Jatim dan bahkan Yogyakarta yang penduduknya hanya 3 juta. Yogyakarta telah melahirkan pemimpin terlama yaitu Soeharto, mungkin terdapat kekuatan khusus jika calon pemimpin dari daerah itu, dimana wilayah Jateng dan Jatim suaranya ikut mendukung juga, atau karena ada aliran darah biru.

Teman-teman kembali bertanya, kenapa dari Jawa Barat belum muncul seorang kader pemimpin untuk Presiden RI? Saya dan beberapa teman dari tataran Sunda ini tidak memiliki jawaban yang pasti. Namun demikian secara potensi suara seharusnya Jawa Barat mampu untuk melahirkan dan mendorong seorang putra daerahnya untuk menjadi Pemimpin di negeri ini. Suara dukungan dapat dikumpulkan dari Provinsi Jabar, Jakarta, dan Banten. Analisa sementara saya, bahwa masyarakat Jabar memiliki budaya dan karakter yang lemah lembut, kurang berani muncul ke permukaan. Mudah-mudahan pada Pemilu 2009 atau tahun-tahun ke depannya akan muncul calon kuat dari Jawa Barat.

Di akhir obrolan, teman-teman akhirnya menyadari bahwa dari manapun asal daerahnya Pemimpin Indonesia 2009 dan selanjutnya bukanlah hal yang utama, ego sektoral dan kedaerahan nomor 2, 3, atau nomor 10 ... Yang paling utama semua sepakat, jika Indonesia pada 2009 dan selanjutnya membutuhkan seorang Pemimpin yang kuat, pemberani, memiliki kemampuan untuk memimpin dan mengelola negara, serta mampu melindungi dan menjaga harkat dan martabat bangsa di mata dunia.

Semua juga hampir sepakat, bahwa calon presiden dari wilayah berpenduduk paling banyak memiliki peluang lebih besar untuk dipilih menjadi orang nomor 1 di Indonesia, di samping dimilikinya sejarah, komunitas, dan jaringan komunikasi yang luas di seluruh Indonesia, dan yang terakhir tentunya yang memiliki dukungan dana yang besar.

Pesan terakhir dari obrolan ringan kami, adalah janganlah masyarakat dibodohi lagi dengan hanya disuguhkan calon-calon pemimpin yang sebenarnya hanya memiliki kekuatan dana dan kemampuan komunikasi belaka, sementara kapabilitas dan loyalitas kepada rakyat dan bangsa masih lemah dan diragukan. Ayo apa pendapat rekan-rekan di daerah lainnya? Apakah memiliki calon pemimpin yang dapat diandalkan, ayo silahkan usulkan saja dan munculkan di permukaan menjelang 2009, 2014, dst... Semoga bermanfaat. (JT).

oleh: Kang Jaja

free7